Text
Metode Kritik Ad-Dakhil Fit-Tafsir : Cara mendeteksi adanya infiltrasi dan kontaminasi dalam penafsiran Al-Qur'an
Dalam menafsirkan Al-Qur'an, seorang mufasir kerap tersandra oleh pra-pemahaman dan latar keilmuan serta ideologinya. Akibatnya, ia tidak mampu "membunyikan" Al-qur'an secara objektif. ketika objektivitas penafsiran tergadaikan, hasil penafsirannya jauh panggang dari api. Al-quran tak lagi dapat "berbicara" tentang diriny, tapi justru kian menjauh dari pesan-pesan universalnya.
keadaan itu kian memprihatinkan ketika di dalam kitab-kitab tafsir ditemukan sejumlah sumber data penafsiran yang tidak dapat dipertanggung jawabkan keabsahannya, semacam riwayat israiliyat, hadits palsu, dan pendapat para pendahulu yang tak jelas asalusul ny. inilah yang disebut ad-dakhil fi at-tafsir (infiltrasi penafsiran)
Singkatnya, ad-dakhil dapat dipahami sebagai data yang tidak ada sangkut pautnya dengan tafsir al quran, hanya saja dimasukkan sengaja atau tidak -- ke dalam kitab tafsir sehingga pembaca (terutama awam) menganggap data itu sebagai bagian dari tafsir al quran, padahal sejatinya tidak.
Lalu bagaimana cara mengetahui adanya ad-dakhil dalam tafsir yang kita baca? apa saja yang bisa dikategorikan ad-dakhil dalam tafsir ? bagaimana langkah - langkah aplikatif untuk membedanh ad-dakhil ? buku ini hadir untuk menjawabnya.
| R00815 | 297.1226 MUH m | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain